
Sungai Janiah, Haluan Demokrasi–Upaya pelestarian adat dan budaya Minangkabau yang dilakukan oleh Sanggar Adat Kampung Pinang mendapat apresiasi tinggi dari Tuanku Bosa XV Ir. H. Jhonny ZA, MM, MSi. Beliau mengungkapkan kebanggaannya atas inisiatif pengurus sanggar dalam membina generasi muda agar tetap mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai adat Minangkabau di tengah derasnya arus globalisasi.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Tuanku Bosa XV menyalurkan bantuan yang akan digunakan dalam berbagai kegiatan pembelajaran dan pelestarian adat.
Bantuan ini diharapkan dapat menunjang aktivitas sanggar dalam mengajarkan pepatah-petitih, tata cara adat, seni tradisional, serta doa-doa dalam upacara adat Minangkabau.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga kelangsungan budaya Minangkabau. Saya berharap generasi muda dapat terus aktif dalam mempelajari dan melestarikan adat kita, sehingga nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur tetap hidup di tengah masyarakat,” ujar Tuanku Bosa XV dalam sambutannya.
Roiz Zulhadi, Dt. Sati, sebagai niniak mamak Kampung Pinang berharap agar Sanggar Adat Kampung Pinang dapat terus aktif dan berkembang menjadi pusat pembelajaran adat bagi generasi muda, sehingga nilai-nilai luhur yang diwariskan nenek moyang tetap kokoh dan tidak tergerus zaman.
“Sanggar Adat Kampung Pinang adalah wadah penting dalam menjaga tradisi dan memperkuat jati diri anak nagari. Saya berharap kegiatan ini terus berjalan dan semakin banyak generasi muda yang ikut serta, sehingga adat dan budaya kita tidak hanya dipelajari, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Roiz Zulhadi, Dt. Sati.
Pengurus Sanggar Adat Kampung Pinang menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Mereka berkomitmen untuk terus menjalankan program pembinaan adat dan budaya, sehingga Sanggar Adat Kampung Pinang dapat menjadi pusat edukasi budaya yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
Dengan adanya apresiasi dan bantuan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang turut berkontribusi dalam upaya pelestarian adat Minangkabau. Semangat untuk menjaga budaya warisan leluhur harus terus digelorakan, agar adat Minangkabau tetap “Tak lapuak dek hujan, tak lakang dek paneh.”

