Air Bangis, Haluan Demokrasi – Belakangan ini, banyak polemik yang terjadi di Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat. Dari polemik yang ada, yang menjadi topik pembahasan dikalangan masyarakat Air Bangis, yakni mengenai pembentukan Koperasi Merah Putih yang gagal.
Koperasi Desa Merah Putih adalah koperasi yang dibentuk di tingkat desa atau kelurahan, sesuai dengan instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, untuk mempercepat penguatan ekonomi desa. Koperasi ini merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa melalui usaha bersama yang berbasis kebutuhan lokal, seperti simpan pinjam, logistik, atau klinik desa.
Pasaman Barat sendiri mempunyai 90 Nagari, yang dimana setiap Nagari yang ada berlomba-lomba untuk melakukan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dalam upaya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Nagari tersebut.
Namun, berbeda dengan Nagari Air Bangis. Dari 90 Nagari yang ada di Pasaman Barat, Nagari Air Bangis satu-satunya Nagari yang gagal dalam pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Hal ini karena terjadinya konflik dan perbedaan pandangan antara masyarakat dengan pemerintah Nagari, bahkan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih terkesan tertutup dengan tidak melibatkan seluruh elemen masyarakat dan membatasi yang ingin ikut. Padahal dalam Juknis dan Junlak Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, menyatakan mengajak masyarakat sebanyak-banyaknya.
“Saya sudah mencoba menelfon pihak nagari bahwasanya kami dari organisasi kepemudaan dan masyarakat pada umumnya, ingin ikut andil dalam pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, namun mendapatkan penolakan dari pihak nagari” ujar Rafi Darmawan sebagai Tokoh Pemuda Nagari Air Bangis.
Hal itu juga di ungkapkan oleh masyarakat, karena pembentukan Koperasi Desa Merah Putih terkesan tertutup dan hanya melibatkan Keluarga atau yang berhubungan dengan pejabat nagari saja.
“Saya kecewa terhadap pejabat nagari yang terkesan tertutup dalam pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ini. Banyak dari kalangan masyarakat yang tidak tau mengenai pembentukan koperasi tersebut, tidak adanya keterbukaan informasi publik. Yang datang hanya dari Keluarga dan orang yang berhubungan dengan pejabat nagari saja. Dan pada akhirnya koperasi gagal dibentuk, ini sangat memalukan” ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.
Karena kejadian tersebut, alhasil dari 90 nagari yang ada di Pasaman Barat, nagari Air Bangis menjadi satu-satunya nagari yang gagal dalam pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.
(Faris Iswandi)