Air Bangis, Haluan Demokrasi – Komunitas Literasi Air Bangis kembali menggelar kegiatan literasi dengan menghadirkan lapak baca gratis, sesi mewarnai untuk anak-anak, serta kegiatan baru yang menjadi sorotan, yaitu bedah buku.
Kegiatan bedah buku ini menjadi ruang diskusi dan pembelajaran bersama terhadap isi sebuah buku. Dalam pelaksanaannya, Ilham Ramadhan, salah satu anggota komunitas, bertindak sebagai pemantik diskusi. Sementara itu, pemateri utama adalah Nurul Kifani Putri, yang juga merupakan penulis buku antologi puisi berjudul Setangkai Rindu di Jiwaku.

Buku setebal 52 halaman ini diterbitkan pada Desember 2024 dan memuat kumpulan puisi yang menggambarkan berbagai dimensi rasa rindu, baik terhadap sosok yang dicintai maupun kenangan masa lalu. Dalam puisinya, Nurul menyentuh emosi pembaca lewat ungkapan suka, duka, harapan, dan kenangan yang lahir dari kerinduan yang mendalam.
“Melalui puisi-puisi ini, saya ingin mengajak pembaca merenungi rindu dari sisi yang lebih personal dan emosional,” ujar Nurul saat memaparkan isi bukunya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat, terutama kalangan muda dan pelajar yang hadir. Komunitas Literasi Air Bangis menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan serupa secara rutin sebagai upaya menghidupkan kembali budaya literasi dan minat baca di tengah masyarakat Air Bangis.

“Kami ingin menjadikan literasi sebagai ruang tumbuh bersama. Lapak baca, mewarnai, hingga bedah buku ini adalah bentuk nyata bahwa Air Bangis punya potensi literasi yang tak kalah dengan daerah lain,” ungkap salah satu pengurus komunitas.
Dengan semangat gotong royong dan gerakan dari akar rumput, Komunitas Literasi Air Bangis terus menunjukkan bahwa literasi bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata yang lahir dari kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
(Faris Iswandi)