Tanah Datar, Haluan Demokrasi- Pelatihan pengelolaan sampah yang di lakukan di Nagari Rao Rao, Kecamatan Sungai Tarab, Tanah Datar, di mulai pada Senin 16 Juni hingga Jum’at 20 Juni 2025. Pada penutupan kegiatan ini, Ade Raunas, SE selaku Walinagari Rao Rao berpesan dan berharap agar kegiatan ini tetap ada kelanjutannya.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah selesai pada hari ini. Perlu di ketahui bahwa kegiatan pengolahan sampah ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat kami khususnya para pemuda yang menjadi tulang punggung nagari. Kita sudah bentuk bank sampah ini pada tahun 2024 untuk membentuk dan mengolah sampah menjadi bio pon, namun bisa terealisasi tahun ini. Pelatihan ini sangat positif pabila di lihat dari nilai ekonomisnya. Karena akan menghasilkan ulat magot dimana nantinya akan menjadi komoditi bagi Nagari Rao Rao untuk pendapatan asli nagari serta pendapatan bagi pelaku usahanya,” papar Ade Raunas.
Lebih lanjut, Ade Raunas juga mengingatkan akan pentingnya ilmu yang di berikan oleh narasumber selama masa pelatihan.
“Selama menjalani masa pelatihan, kami melihat kesungguhan dan keseriusan dari peserta untuk menyimak dan memperhatikan serta mempraktekkan apa yang sudah di berikan oleh si pemateri atau instruktur. Mereka bersungguh-sungguh dalam mengerjakan apa yang sudah di berikan oleh instruktur. Insyaallah kita dari pemerintahan nagari akan terus mensupport agar kegiatan ini tetap berkelanjutan,” lanjutnya.
Ade Raunas juga berharap agar kelompok kecil ini menjadi cikal bakal pengolahan sampah di Nagari Rao Rao.
“Kita berharap ini bisa berkembang dengan baik. Pelatihan ini perdana yang kita lakukan di sini. Sesuai dengan arahan dan program pemerintah daerah dan pusat untuk ketahanan pangan dan menuju Tanah Datar Bersih, Insyaallah kita pemerintahan nagari akan terus memfollow up kegiatan ini bersama para peserta pelatihan ini. Sampah jadi masalah selama ini, sampah akan jadi uang saat ini. Sesuai juga dengan arahan instruktur, kita akan membuat semacam kelompok ataupun organisasi legal dimana nanti semuanya di atur dalam aturan struktur organisasi. Saya berharap Nagari Rao Rao ini menjadi pilot projek bagi pengolahan sampah yang menghasilkan bio pon melalui magot, Insyaallah akan kita lanjutkan,” pungkas Ade Raunas.
A. H Miza Aziz, S. Sos, Camat Kecamatan Sungai Tarab, hampir senada juga menyampaikan pentingnya pelatihan pengolahan sampah ini bagi kelanjutan para peserta nantinya.
“Kepada pemerintah nagari kami mengucapkan terimakasih atas inisiasi kegiatan ini, tentu kami juga berharap kegiatan ini akan terus berkelanjutan sesuai dengan program pemerintah baik pemerintah daerah maupun pusat. Kami berharap juga para peserta yang nantinya akan menjadi duta kebersihan di masing-masing jorongnya, manfaatkanlah ilmu ini sebaik-baiknya. Aplikasikan sesuai arahan instruktur. Kalau masih memungkinkan di tahun ini bisa di support anggarannya untuk kegiatan ini, itu sangat bagus. Namun kalau tidak, tentu di tahun depan, tapi Tantu kita lihat tingkat keberhasilannya, mudah-mudahan apa yang kita cita-citakan akan menjadi kenyataan nantinya. Semoga kegiatan ini bisa berkembang dengan baik nantinya, kami akan selalu mendukung penuh selagi itu bisa menghasilkan nilai ekonomis,” ujar Miza Aziz.
Kegiatan ini di tutup oleh Camat Sungai Tarab dan ikuti oleh 16 orang peserta dari berbagai jorong yang ada di Nagari Rao Rao, juga di bekali oleh Ir. Iwan Setiawan, narasumber yang berkompeten di bidangnya. (Dwi)