PADANG PANJANG, HALUAN DEMOKRASI— Media Haluan Demokrasi menerima informasi dari masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya tentang dugaan penyimpangan proyek perawatan bangku dan meja di SD dan SLTP yang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Panjang. Proyek ini diduga dikepalai oleh Kepala Dinas Pendidikan.
Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, awak media Haluan Demokrasi mendatangi lokasi proyek yang berada di samping kantor dinas. Di lokasi, mereka menemukan tumpukan meja dan kursi yang sudah rusak ringan.
Awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan, Anasrullah, di ruang kerjanya di lantai dua. Ketika ditanya tentang proyek tersebut, Anasrullah membantah bahwa proyek tersebut dikepalai oleh dinas. Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan pemeliharaan dan menggunakan mekanisme pengadaan barang dan jasa yang disebut SIFLA.
Anasrullah juga menjelaskan bahwa proyek tersebut tidak menggunakan CV atau perusahaan tertentu, melainkan dikerjakan langsung oleh dinas karena tidak ada gudang di sekolah-sekolah untuk menyimpan meja dan kursi. Ia menambahkan bahwa biaya untuk setiap set meja dan kursi adalah Rp 137.500, yang nantinya akan diserahkan ke sekolah-sekolah.
Dengan penjelasan ini, diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang proyek perawatan bangku dan meja di Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang. Namun, perlu diingat bahwa masih ada kemungkinan penyimpangan atau kesalahan dalam pengelolaan proyek tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawasan dan evaluasi yang lebih ketat untuk memastikan bahwa proyek tersebut berjalan dengan transparan dan akuntabel.
Anasril/Robi

