Oleh : RR. Q.Noy Rajo Bendang (Ketua Dewan Kebudayaan Tanah Datar.
Kabupaten Tanah Datar, kita perlu memahami bahwa potensi daerah ini tidak bisa hanya dilihat secara kasat mata, melainkan harus dilakukan pemetaan menyeluruh dengan pendekatan ilmiah seperti analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Pendekatan ini akan memungkinkan kita mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan dalam mengembangkan Tanah Datar agar selaras dengan kebutuhan global yang terus berkembang.
Kekuatan Tanah Datar: Fondasi dari Masa Lalu untuk Masa Depan, Tanah Datar memiliki keunikan pada pola kehidupan masyarakatnya yang berbasis sistem kemasyarakatan Nagari. Struktur sosial yang masih kuat, pola ekonomi yang berbasis pertanian dan perdagangan, sistem pendidikan tradisional seperti Surau, serta adat istiadat Minangkabau yang telah mengakar sejak dahulu merupakan aset luar biasa.
Ketahanan masyarakat terhadap perubahan zaman dan nilai-nilai adat yang tetap bertahan menjadi modal utama dalam membangun strategi berbasis budaya dan ekonomi. Oleh karena itu, pendekatan pembangunan harus dilakukan dengan mengedepankan harmoni antara modernitas dan kearifan lokal.
Strategi Pengembangan: Nagari Wisata Berbasis Ketahanan Pangan dan Budaya, Dalam konteks pembangunan daerah, program Nagari Wisata berbasis ketahanan pangan dan budaya harus menjadi prioritas utama. Konsep ini sejalan dengan program pemerintah pusat yang mendorong pariwisata berbasis desa (Nagari) serta ketahanan pangan sebagai pilar utama pembangunan nasional.
Nagari Wisata tidak hanya mengangkat potensi wisata alam dan budaya tetapi juga menekankan keberlanjutan ekonomi masyarakat dengan memastikan ketahanan pangan berbasis pertanian lokal tetap terjaga. Selain itu, pendekatan edukatif dalam pengelolaan wisata dapat menjadi daya tarik tersendiri, seperti program wisata edukasi pertanian, kuliner tradisional, serta pengenalan adat Minangkabau kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Program ini sudah dilakukan oleh Saruaso Ecolodge beberapa tahun ini sebagai sampel dewa wisata. Strategi ini sejalan juga dengan program pemerintah pusat.
Strategi Peningkatan PAD: Sinergi dengan Pihak Ketiga, Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata, Tanah Datar harus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti:
Desa Wisata Nusantara – untuk memperkuat branding dan pengelolaan destinasi wisata berbasis komunitas.
Perusahaan Tour dan Travel – guna membuka akses lebih luas bagi wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata di Tanah Datar.
Platform Digital – optimalisasi media sosial dan marketplace pariwisata untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Kolaborasi dengan UMKM Lokal – mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Konsep Kota Kembar: Memperkuat Identitas Kultural Melalui Diplomasi Budaya, Salah satu strategi yang bisa ditempuh adalah menjadikan Tanah Datar sebagai kota kembar dengan Negeri Sembilan, Malaysia. Kedua daerah memiliki kesamaan dalam aspek budaya Minangkabau, sistem adat, serta struktur sosial masyarakat. Konsep “Sister City” ini akan memperkuat diplomasi budaya dan ekonomi, membuka peluang kerja sama di sektor pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta pertukaran budaya yang bisa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Dengan adanya kerja sama ini, Tanah Datar dapat menarik lebih banyak wisatawan dari Malaysia sekaligus memperluas jaringan promosi pariwisata ke negara-negara ASEAN lainnya.
Strategi pembangunan Tanah Datar harus berbasis pada pemetaan ilmiah yang komprehensif serta mengedepankan sinergi antara kearifan lokal dan tuntutan global. Dengan memanfaatkan potensi Nagari, memperkuat ketahanan pangan, membangun kemitraan strategis, serta membuka jaringan internasional melalui konsep kota kembar, Tanah Datar dapat menjadi pusat kebudayaan, wisata, dan ekonomi yang unggul di Sumatra Barat dan bahkan di tingkat internasional.
Langkah ini bukan hanya akan meningkatkan daya saing daerah, tetapi juga menjaga keberlanjutan budaya Minangkabau dalam menghadapi tantangan zaman.