Tanah Datar, Haluan Demokrasi-Diskusi panel Dewan Kebudayaan Tanah Datar yang di laksanakan, Jum’at (14/3) di S. Three_artcafe, Limakaum di hadiri oleh hampir seluruh anggota Dewan Kebudayaan. Mulai dari Ketua panitia pelaksana, RR. Q, Noy Rajo Bendang, narasumber, Chaink Novaldi, Roby Zr, Founder Saruaso Ecolodge, Kurator event budaya Indonesia, Doktor Indra Arifin, Dosen ISI Padang Panjang, Irshom Idham sebagai Pendiri Dewan Kesenian Riau, juga ada Ariswandi, S. Sn, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, Mustafa Akmal, SH. MH selaku Wakil dari LKAAM Tanah Datar, Anggit Dwi, Jurnalis Tanah Datar dan anggota Dewan Kebudayaan lainnya dari berbagai bidang.
Ariswandi pada kata sambutannya berharap dengan adanya diskusi ini menjadikan momentum untuk membangkitkan budaya dan kebudayaan yang selama ini masih belum terekspose dengan benar.
“Kami selaku dinas terkait mensupport penuh apa yang di lakukan oleh Dewan Kebudayaan. Banyak aspek dan segi budaya yang salah satunya pariwisata yang bisa kita angkat untuk program perdana di Dewan Kebudayaan itu sendiri. Saat ini, Dewan Kebudayaan terdiri dari hampir seluruh lapisan dan penggiat literasi budaya mulai dari pelaku seni, praktisi, akademisi, birokrasi serta jurnalis. Semua terangkum dalam wadah Dewan Kebudayaan. Harapan kami semoga Dewan Kebudayaan bisa menjadi mitra dan pintu masuk bagi pemerintah daerah Kabupaten Tanah Datar untuk kembali bangkitkan “batang tarandam” atau pemicu untuk bangkitnya budaya Tanah Datar yang berazaskan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, juga program dari Dewan Kebudayaan ini nantinya akan bisa bersanding dengan program pemerintah daerah Kabupaten Tanah Datar,” papar Ariswandi.
RR. Q, Noy Rajo Bendang, selaku Ketua Panitia pelaksana kegiatan diskusi yang juga berstatus sebagai Dosen UIN M. Yunus Batusangkar, menambahkan bahwa diskusi ini bertujuan untuk memantik rasa dan minat yang ada dari pada panelis tentang budaya Tanah Datar.
“Kami berharap diskusi ini bisa menjadikan sebuah program dari berbagai tanggapan saran, kritik dan ide yang ada dari narasumber maupun anggota diskusi. Semua aspirasi kita tampung untuk kemudian kita jadikan semacam referensi program kerja di Dewan Kebudayaan kedepannya. Budaya Tanah Datar yang berlandaskan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah ini yang harus kita gali, seperti apa dan bagaimana aplikasinya di kehidupan sehari-hari. Semoga hasil diskusi ini nantinya bisa menjadi barometer bagi kita khususnya Dewan Kebudayaan untuk mengambil langkah selanjutnya kedepannya nanti, terutama program yang mana nantinya akan berkolaborasi dengan program pemerintah pusat, provinsi dan daerah khususnya Tanah Datar kedepannya nanti,” ungkap RR. Q, Noy Rajo Bendang.
Mustafa Akmal, SH. MH selaku perwakilan dari LKAAM Tanah Datar yang juga narasumber dari diskusi ini menyikapi bahwa apa yang di lakukan Dewan Kebudayaan saat ini adalah sangat penting untuk pemerintah daerah Kabupaten Tanah Datar Kedepannya.
“Diskusi ini akan menghasilkan program budaya yang berbobot di Dewan Kebudayaan nantinya. Karena apa yang di lakukan Dewan Kebudayaan kedepannya nanti akan tetap berkolaborasi dengan pemerintah daerah seperti program pemerintah daerah satu event satu nagari. Banyak yang bisa di gali oleh Dewan Kebudayaan sebagai ruhnya atau wadahnya menampung aspirasi dari masyarakat untuk kemajuan Tanah Datar. Sinkronkan nanti dengan Bupati Tanah Datar, karena kita harus sejalan dengan program pemerintah. LKAAM Tanah Datar berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, artinya semua yang berkaitan dengan budaya, akan kita sondingkan dengan LKAAM Tanah Datar dan pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar,” pungkas Mustafa Akmal.(dwi)